Pallet Kayu Harus Diuji Kualitasnya Sebelum Dipakai

Penggunaan pallet kayu untuk kebutuhan perusahaan atau gudang biasanya membutuhkan dalam jumlah banyak. Untuk itu Anda perlu perhatikan bagaimana kualitas pallet kayu supaya bisa benar-benar digunakan sesuai fungsi dan keperluan. Anda harus berhati-hati, karena tidak jarang ada kondisi pallet kayu yang kurang baik, sehingga bisa menimbulkan kerugian. Jangan terkecoh dengan penawaran pallet kayu yang harganya terlalu murah dari suplier. Ingat istilah ada uang ada barang, ada harga pasti juga ada kualitas. Jadi tidak ada salahnya membeli pallet kayu yang sedikit mahal, tapi lebih tahan lama. Ketimbang membeli pallet murah tapi mudah dimakan rayap, paku udah lepas dan sebagainya.

Cara Memilih Pallet Kayu Terbaik

Untuk mendapatkan pallet kayu dengan kualitas terbaik, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Anda harus mengguji kualitas pallet kayu sebelum dipakai nantinya. Jika Anda kurang paham tentang jenis-jenis atau kualitas kayu, sebaiknya serahkan pada ahlinya dalam pemilihan pallet kayu ini.

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pallet kayu terbaik adalah kemampuan beban maksimal pallet kayu itu sendiri. Umumnya bobot barang atau produk yang akan ditopang oleh pallet kayu itu nantinya akan sangat memengaruhi berapa ketebalan pallet kayu yang harus Anda pilih. Biasanya ketebalan yang dipilih adalah antara 1-3 cm. Di luar itu kerapatan antara papan sekitar 5-10 cm. Untuk membaut pallet kayu lebih kokoh, Anda juga bisa menumpuk beberapa pallet sehingga bisa menahan beban ekstra.

Jenis Material Terbaik Pallet Kayu

Selain memilih dari ketebalan pallet kayu agar sesuai dengan bobot yang ditopang nantinya, Anda juga harus mempertimbangkan bahan dasar pembuatan pallet kayu. Pada dasarnya ada dua jenis kayu yang paling sering digunakan dalam pembuatan pallet kayu, yakni jenis kayu keras dan kayu lunak. Kedua jenis kayu ini tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk pallet kayu dari material kayu keras, umumnya yang digunakan adalah kayu Meranti, Kamper dan Rimba campur. Ciri khas dari pallet kayu yang dibuat dari material keras adalah saat ditekan menggunakan kuku hampir tidak meninggalkan bekas atau goresan. Sert kayunya keras dan bentuknya oval seperti telur atau terkadang berbentuk spiral. Itu artinya, ikatan antar pori-pori kayu lebih kokoh dan kuat. Saat pallet kayu diserut, maka perukaannya akan terlihat halus tanpa adanya serabut, meski belum diamplas. Kayu ini bisa dibilang grade A karena sangat bagus. Keunikan dari pallet kayu keras adalah proporsi yang beragam.

Sementara pallet kayu dari material kayu lunak umumnya dibuat dari kayu Sengon Laut atau Albasia dan Jabon. Kedua jenis kayu itu juga tidak kalah berkualitas, meskipun tidak sekeras kayu-kayu yang disebutkan sebelumnya. Karakteristik pallet kayu lunak adalah saat ditekan menggunakan kuku maka meninggalkan bekas goresan. Strukturnya juga relatif sederhana, sehingga coraknya tidak terlalu khas. Pori-porinya besar dan terputus-putus. Penampilan pallet kayu lunak ini berwarna putih. Saat diserut, perukaan kyunya akan terlihat berserabut dan perlu diamplas supaya halus.

Baru-baru ini juga ada material pallet kayu dari bahan partikel atau yang disebut oleh orang Jawa dengan istilah ‘grajen’. Limbah gergaji kayu itu dimanfaatkan oleh orang Jepang dan Tiongkok untuk menjadi pallet kayu karena dinilai lebih hemat biaya produksi. Namun demikian, kualitasnya tentu masih kalah dengan pallet kayu keras maupun lunak. Jadi, apakah Anda sudah menguji kualitas pallet kayu yang Anda gunakan?

Leave a Comment